Selasa, 22 Juli 2014

Dua hari kemarin


Kemarin,
tepatnya,

Dua hari kemarin, sekali lagi Dia tunjukan kebaikan Nya.
Dua hari kemarin, satu lagi hal tak dinyana terjadi, begitu saja
Dua hari kemarin,
Lelaki yang entah sadar atau tidak,
Lelaki yang entah waras atau tidak,
Mengatakan kalimat manis, begitu manis sampai hampir membuatku tersedak.
Tuhan pasti tahu, tidak ada yang pernah mengatakan hal semanis itu sebelumnya.
Iya, seingatku memang belum pernah.
Terasa sedikit memabukkan,
Persis seperti Petrichor di subuh dini hari kemarin.
"Aku mau melindungimu, semampuku, sebisaku, selama aku hidup, itu saja"
ujarnya.





Ikhlas saja, cukup.




Entah itu petunjuk atau teguran, semua masih serba remang. Yang sangat jelas terlihat hanya pengharapan yang nampak mungil di tengah kotak kayu yang mulai memuai dan berdenyit.

Kemarin sempat nampak segunung perak yang menyilaukan, seseorang tiba-tiba datang menawarkan nya pada ku dengan Cuma-Cuma. Dengan masih penuh bingung aku hanya meng-iya-kan.  Menempatkan perak-perak tersebut kedalam cawan yang pikirku bisa lebih membuatnya berkilauan. Entah lah sekarang aku mulai ragu, mungkin itu hanya se onggok timah besi yang tak berguna.
Ikhlas saja. Cukup.