Entah
itu petunjuk atau teguran, semua masih serba remang. Yang sangat jelas terlihat
hanya pengharapan yang nampak mungil di tengah kotak kayu yang mulai memuai dan
berdenyit.
Kemarin
sempat nampak segunung perak yang menyilaukan, seseorang tiba-tiba datang
menawarkan nya pada ku dengan Cuma-Cuma. Dengan masih penuh bingung aku hanya
meng-iya-kan. Menempatkan perak-perak
tersebut kedalam cawan yang pikirku bisa lebih membuatnya berkilauan. Entah lah
sekarang aku mulai ragu, mungkin itu hanya se onggok timah besi yang tak
berguna.
Ikhlas
saja. Cukup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar